Kembang Turi

Hai…. pa kabar?

Masak apa Bunda hari ini?

Saya mau berbagi cerita sedikit tentang sejenis sayuran. Bunda mengenal kembang turi atau bunga turi? Kebetulan Ibu mertua saya mengirimi sekantung besar kembang turi. Rupanya, di Yogyakarta sedang panen kembang turi. Kadang-kadang kalau saya sendiri pulang ke rumah mertua di Yogya sana, pasti beliau lantas bersusah payah mencari kembang turi di kebon.

Kalau kebetulan Anda jalan-jalan ke Yogyakarta, mampirlah ke Pasar Beringharjo. Di depan pasar ini ada penjaja pecel lengkap dengan ‘teman-temannya’. Nah, salah satu sayuran yang dipakai untuk pecel itu adalah kembang turi. Campuran pecel yang lain, biasanya kecipir, kenikir, daun pepaya, daun singkong, kacang panjang, bayam, dan toge. Semuanya dikukus atau diseduh air panas, lalu ditambahkan bumbu pecel.

Di depan Pasar Beringharjo, para penjaja makanan menyediakan pecel sayuran ini bersama aneka gorengan tahu, tempe, risoles, pastel, bacem ayam, tahu, tempe, plus bihun goreng. Sepanjang hari mereka setia melayani para pembeli lokal yang mampir ke pasar tersebut atau para wisatawan yang berkunjung ke Pasar Beringharjo.

Pohon turi (Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora) merupakan pohon kecil sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan, tingginya bisa mencapai 10 meter. Daun dan bunganya bisa disayur. Bunga inilah yang sering digunakan campuran pecel. Kulit batang turi berkhasiat sebagai obat radang usus, obat seriawan, dan obat kudis.

Kembang turi juga mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Dalam setiap 100 g kembang turi mengandung energi 51 kkal, protein sebanyak 1,8 gram, 0,8 gram lemak, karbohidrat 9,6 gram, kalsium 23 miligram, fosfor 29  miligram, zat besi  0,9 miligram, serta kandungan serat kasarnya 10,9%.

Bagi yang tidak biasa menyantap kembang turi, mungkin merasakan sedikit rasa pahit. Memang demikianlah adanya, tapi tidak sepahit daun pepaya. Untuk mengurangi rasa pahit, saat membersihkan kembang turi, putik bunganya harus dibuang. Putik bunga inilah yang membuat kembang turi ini berasa pahit. Setelah dibersihkan dan dicuci, sebaiknya kembang turi dikukus, bukan direbus. Dan jangan terlalu lama, karena cepat matang.

Beberapa restoran di Jakarta, yang menyajikan masakan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, biasanya menyertakan masakan pecel kembang turi selain pecel madiun. Kalau pecel madiun, salah satu campuran sayurannya memakai petai cina/lamtoro. Sayangnya, kembang turi tidak mudah didapatkan di Jakarta, jadi harus dipasok dari daerah Jawa.

Selain dimasak sebagai campuran pecel, kembang turi juga bisa menjadi salah satu sayuran untuk campuran urap. Mungkin Anda yang bukan berasal dari Jawa, belum terlalu mengenal kembang turi. Tapi, tak ada salahnya mencoba…. rasanya eksotik… segar, krenyes-krenyes, hmmmm……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s