Jangan Ndeso

Jangan Ndeso

Jangan Ndeso

Hai… pa kabar?

Kalau melihat judul tulisan ini, buat orang jawa, pasti tahu ya artinya. Buat yang bukan dari jawa, maaf saya harus memakai judul itu. Jangan ndeso, artinya sayur desa. Itu istilah yang diberikan teman-teman kantor setiap kali saya bawa masakan ini ke kantor. Ya, saya sering memasakkan untuk teman-teman sekantor, sekitar 25an orang lah, untuk makan siang, ya tentu saja sebelum puasa ini lho… Biasanya saya lengkapi dengan bayam kukus dan mentimun untuk lalapan. Ditambah kerupuk kampung, rasanya sudah cukuplah.

Kalau di Gunungkidul, sayuran ini lebih dikenal sebagai Jangan Lombok, artinya sayur cabai. Ya, memang isinya hanya cabai hijau keriting dan tempe. Saya menambahkan dengan tahu cokelat, atau tahu goreng. Biasanya ada petenya juga, karena kebetulan tidak musim pete, ya sudahlah tidak usah pakai pete.

Kalau tukang sayur membawa kulit melinjo, biasanya saya tambahkan dalam resep ini. Sayangnya,  pas mau masak jangan ndeso, pas tukang sayur gak bawa kulit melinjo, ya sudah hanya tahu tempe saja.

Bahan: tempe, tahu, pete, kulit melinjo, salam, lengkuas, gula jawa, garam, terasi sedikit, santan

Bumbu: bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, semua diiris tipis.

Cara membuat:

  • Bumbu iris ditumis dengan sedikit minyak.
  • Masukkan salam, lengkuas, terasi.
  • Masukkan tempe. Masukkan tahu.
  • Lalu masukkan santan. Aduk terus. Jangan sampai santan pecah
  • Tambahkan garam, gula jawa. Tunggu sampai santan mendidih
  • Koreksi rasanya.

Selamat memasak….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s